2.6.15

Lebih Artistik Dengan Teknik Cetak Manual

Empat belas orang berkumpul di meja Tobucil, terbagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok duduk berhimpitan, sementara pandangan mata tertuju pada dua mesin yang mirip dengan mesin giling kue. Bukan kue yang mereka giling melainkan kertas.

Para peserta workshop letter pressdi Tobucil itu dengan sabar menunggu giliran untuk mencoba mencetak kertas dengan cara kuno. Sambil menunggu, mereka ikut memperhatikan peserta lain menggunakan berbagai plat yang disediakan oleh Tarlen Handayani dan Suryanti sebagai fasilitator.

Saat kertas mulai terbentuk sesuai dengan plat yang mereka gunakan, antusiasme peserta pun makin meningkat. Mereka kembali mencoba mencetak dengan plat lain. Mereka juga berimprovisasi dengan tinta yang digunakan. Beberapa peserta bahkan mencoba mencetak kertas tanpa tinta (emboss). Selanjutnya baca di sini