29.8.13

Klab Filsafat Tobucil: Budaya Konteks Tinggi dan Budaya Konteks Rendah

Rabu, 28 Agustus 2013

Setelah libur beberapa minggu oleh sebab Ramadhan dan Idul Fitri, Klab Filsafat Tobucil (KFT) berkumpul kembali di hari Rabu. KFT, yang biasa berdiskusi di hari Senin, sekarang pindah ke hari Rabu karena pertimbangan acara pemutaran film rutin Layarkita di IFI - Bandung -yang diselenggarakan setiap hari Senin sehingga bersamaan dengan penyelenggaraan KFT yang dulu-. Beberapa awak KFT menyatakan keinginannya untuk tetap datang ke pemutaran film di Layarkita dan juga diskusi di KFT sekaligus. Solusinya? KFT pindah ke hari Rabu dan disetujui oleh pihak Tobucil maupun anggota-anggotanya.

Apa yang dibahas di pertemuan perdana pasca libur panjang ini adalah pemikiran Edward T. Hall yang diambil dari bukunya yang berjudul Beyond Culture tahun 1971. Apa yang dibicarakan Hall dalam bukunya tersebut salah satunya adalah tentang "Budaya Konteks Tinggi dan Budaya Konteks Rendah". Menurutnya, ada beberapa kelompok kebudayaan yang lebih menekankan komunikasi dalam bentuk non-verbal daripada verbal. Ini digolongkannya sebagai "Budaya Konteks Tinggi" -seperti yang kata Hall terjadi di wilayah-wilayah seperti Arab, Brazil, Prancis, Italia, Rusia, Jepang Thailand, Filipina, hingga Indonesia-. Sedangkan ada juga kelompok kebudayaan yang mempunyai titikberat pada komunikasi verbal dan meminimalisasi aspek-aspek non verbal -ini terjadi di Australia, Inggris, Amerika Serikat hingga orang-orang Inggris yang tinggal di Kanada-. Selanjutnya