18.7.13

Tradisi Mudik

Setiap Lebaran tiba, fenomena mudik selalu mengiringi. Antrian panjang kendaraan yang mengular selalu menjadi pemandangan khas. Mudik bagi sebagian orang bahkan dihukumkan wajib, kalau sampai tidak pulang ke kampung, desa, atau kota asal pada saat lebaran tiba serasa tidak afdhol. Tak peduli dengan rintangannya, mudik kerap menjadi prioritas utama. Tradisi mudik secara sosial kultural memang memiliki makna tersendiri, bagi para perantau saat mudik adalah saat untuk menunjukkan eksistensi keberhasilannya diperantauan, sekaligus juga ajang berbagi kepada sanak saudara yang ada. Perihal berbgai inilah kemudian yang menjadi penting, sebuah cerminan masyarakat Indonesia yang diliputi sikap kebersamaan saling peduli dengan sesamanya. Tidak ada lagi sekat-sekat kesenjangan karena semua strata sosial dalam masyarakat berbaur. Ketika itu rakyat jelata saling bersalaman dengan pimpinannya, kaum fakir saling berkunjung dengan ulama panutannya. Menjumpai kemacetan yang sama, menikmati hari raya dengan kegembiraan yang bermakna seragam. Selanjutnya