8.7.13

Dari Bocah Lima Tahun sampai Pria Dingin dan Wanita Perayu

Kala itu, Jumat (28/6), para peserta Klab Menulis Angkatan XIV diajak berkelana menyelusuri imajinasinya masing-masing. Mereka diminta meng-aku-kan diri sebagai bocah berusia lima tahun yang sedang berada di kebun binatang. Tak mudah memang, apalagi menuangkannya langsung ke dalam tulisan. Rizsky mencoba menarasikannya dengan diksi yang rumit, tetapi belum memrepresentasikan seorang bocah lima tahun. Begitu pun Nia, yang kewalahan dengan diksi “menatapku tajam”, yang sudah tentu jarang dipakai oleh bocah berusia lima tahun. Hanya Belia dan Ana yang menyusun pikiran bocah berusia lima tahun dengan sederhana dan lugu. Selanjutnya