14.3.13

Memoar Tukang Patri

" Patriiii...." demikian suara itu melibas matahari sore yang belum mau berhenti membakar. Suara khas "kecrek" dari susunan seng vertikal yang dibuat ala kadarnya berbunyi tanpa henti. 
Menemui tukang patri bukanlah perkara mudah di era serba teknologi seperti saat ini. Dahulu, mungkin sekitar 10 tahun lalu, saya kerap kesal karena tukang patri yang melintas di depan rumah selalu saja mengganggu jadwal tidur siang. Sampai kemudian, lambat laun, kehadirannya makin jarang terlihat. Roda jaman menggelinding dengan sedemikian hebat. Saya tidak pernah merasa kehilangan. Lalu, beberapa hari yang lalu, sekonyong-konyong begitu saja saya berpapasan dengan seorang tukang patri tua berbadan sedikit tambun. Selanjutnya